Kabar Flores

Loading

Archives 30/03/2025

Usai Ditolak Pria di Kupang Panjat Ventilasi Perkosa Gadis

Kupang, Nusa Tenggara Timur – Seorang pria berinisial AA (28) nekat melakukan perkosa gadis berinisial NM (22) di kos-kosan korban di Kelurahan Oebobo, Kupang, pada hari Sabtu, 5 April 2025, sekitar pukul 02.00 WITA. Motif pelaku melakukan aksi bejat tersebut diduga karena sakit hati cintanya ditolak oleh korban.

Menurut keterangan Kapolres Kupang Kota, AKBP Wahyu Prihatmaka, kejadian bermula saat pelaku mendatangi kos-kosan korban untuk menyatakan cintanya. Namun, korban menolak cinta pelaku. Pelaku yang tidak terima kemudian nekat memanjat ventilasi kamar mandi korban dan masuk ke dalam kamar.

“Pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui ventilasi kamar mandi. Pelaku kemudian memaksa korban untuk berhubungan badan,” ujar AKBP Wahyu Prihatmaka dalam konferensi pers di Mapolres Kupang Kota.

Korban sempat melawan, namun pelaku yang lebih kuat alhasil pria berhasil perkosa gadis. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Oebobo.

“Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Oebobo. Kami kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya,” kata AKBP Wahyu Prihatmaka.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku, serta rekaman CCTV dari kos-kosan korban. Pelaku dijerat dengan Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerkosaan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Kami akan melakukan penyidikan secara tuntas untuk mengungkap kasus ini. Kami juga akan memberikan pendampingan kepada korban,” tegas AKBP Wahyu Prihatmaka.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tindak kejahatan seksual. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya tindak kejahatan seksual.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya tindak kejahatan seksual. Kami akan menindak tegas pelaku kejahatan seksual,” kata AKBP Wahyu Prihatmaka.

Pemerintah Kota Kupang juga mengecam keras aksi pelaku dan berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada korban. Mereka juga akan meningkatkan upaya pencegahan tindak kejahatan seksual di wilayah Kota Kupang.

Suku Adat NTT, Menjelajahi Kekayaan Budaya Nusantara

Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi yang kaya akan budaya dan tradisi. Berbagai suku adat di NTT memiliki festival dan adat istiadat yang unik dan menarik. Festival-festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi leluhur.

Salah satu festival yang paling terkenal di NTT adalah Festival Pasola. Festival ini diadakan setiap tahun di Pulau Sumba. Pasola adalah permainan tradisional yang melibatkan dua kelompok penunggang kuda yang saling melempar lembing. Festival ini diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah.

Selain Pasola, ada juga Festival Reba yang diadakan oleh suku adat Ngada di Pulau Flores. Festival ini merupakan perayaan syukur atas hasil panen dan juga sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar warga. Reba biasanya dirayakan dengan tarian adat, nyanyian, dan persembahan makanan tradisional.

Suku adat lain di NTT juga memiliki festival dan adat istiadat yang unik. Suku Lamaholot di Pulau Flores Timur memiliki tradisi berburu paus yang disebut “Lewa Nuhanera”. Tradisi ini dilakukan setiap tahun dan menjadi daya tarik wisata tersendiri. Suku Dawan di Pulau Timor memiliki tradisi “Natoni”, yaitu upacara adat yang dilakukan untuk menghormati leluhur dan memohon perlindungan.

Selain festival, suku adat di NTT juga memiliki adat istiadat yang unik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah tradisi “Belis” atau mahar perkawinan. Belis merupakan simbol penghormatan kepada keluarga perempuan dan juga sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam membesarkan anak perempuan.

Adat istiadat lain yang unik adalah tradisi “Penti”, yaitu upacara adat yang dilakukan untuk merayakan panen padi. Penti biasanya dirayakan dengan tarian adat, nyanyian, dan persembahan makanan tradisional.

Kekayaan budaya dan tradisi suku adat di NTT merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melestarikan dan mengembangkan budaya dan tradisi ini agar tidak punah.

Tips Mengunjungi Festival Adat di NTT:

  • Cari informasi tentang jadwal dan lokasi festival.
  • Hormati adat istiadat setempat.
  • Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman.
  • Bawa kamera untuk mengabadikan momen-momen indah.
  • Jaga kebersihan dan ketertiban selama festival.

Dengan mengunjungi festival dan adat istiadat suku adat di NTT, kita dapat belajar lebih banyak tentang kekayaan budaya dan tradisi Indonesia.

Geger NTT! Kapolres Ngada Diduga Positif Narkoba, Proses Hukum Berjalan!

Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman, diduga positif menggunakan narkoba. Insiden ini memicu tindakan tegas dari pihak kepolisian dan menjadi sorotan publik.

Kronologi Kejadian yang Mencengangkan

  • Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman, ditangkap pada 20 Februari 2025.
  • Penangkapan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
  • Hasil tes urine menunjukkan bahwa Kapolres Ngada positif menggunakan narkoba jenis sabu.
  • Selain kasus narkoba, AKBP Fajar juga terlibat dalam kasus asusila.
  • AKBP Fajar kini ditahan di Bareskrim Polri, dan polisi kini menyelidiki motif pelecehan seksual yang dilakukan.

Tindakan Tegas Pihak Kepolisian

  • Polda NTT dan Mabes Polri mengambil tindakan tegas terhadap Kapolres Ngada.
  • Proses hukum terhadap AKBP Fajar akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa memastikan Kapolres Ngada bakal dipecat sebagai anggota Polri jika terbukti bersalah. 1  
  • Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
  • Selain diproses secara pidana, tersangka juga akan menjalani sidang etik.

Reaksi Masyarakat dan Imbauan

  • Insiden ini menimbulkan kekecewaan dan keprihatinan di kalangan masyarakat NTT.
  • Masyarakat mengapresiasi tindakan tegas pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.
  • Masyarakat berharap agar pihak kepolisian terus meningkatkan pengawasan terhadap anggota untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
  • Masyarakat juga sangat menyayangkan kejadian ini, dan berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.

Pentingnya Integritas dan Profesionalisme Aparat Kepolisian

  • Insiden ini menjadi pengingat tentang pentingnya integritas dan profesionalisme aparat kepolisian.
  • Aparat kepolisian diharapkan untuk menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
  • Penting bagi aparat kepolisian untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan tindakan kriminal lainnya.

Kesimpulan

Kasus dugaan penggunaan narkoba oleh Kapolres Ngada ini merupakan insiden yang sangat memprihatinkan. Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Diharapkan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.