Kabar Flores

Loading

Archives 31/03/2025

Poolda NTT Ringkus AKBP Fajar Rekam Juga Sebarkan Film Porn

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) telah menangkap seorang perwira menengah, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, yang terlibat dalam kasus perekaman dan penyebaran film porno. Kasus ini mengejutkan publik dan mencoreng citra institusi kepolisian.

Kronologi Penangkapan dan Temuan Bukti

Penangkapan AKBP Fajar bermula dari laporan yang diterima oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri dari Kepolisian Australia. Laporan tersebut mengindikasikan adanya unggahan film porno yang melibatkan anak di bawah umur yang diunggah dari wilayah hukum Polda NTT.

“Video yang kami terima dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri, itu ada delapan potongan video asusila,” ungkap Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Patar Silalahi.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Polda NTT menemukan bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatan AKBP Fajar. Bukti-bukti tersebut antara lain:

  • Compact disc (CD) berisi delapan rekaman video asusila.
  • Rekaman CCTV di hotel tempat kejadian.
  • Telepon seluler yang digunakan pelaku.
  • Pakaian korban.

Penyelidikan juga mengungkapkan keterlibatan seorang mahasiswi, Stefani atau Fani alias F, yang berperan sebagai perekrut anak di bawah umur untuk menjadi korban.

Tindakan Hukum dan Ancaman Hukuman

AKBP Fajar telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan:

  • Pasal 6 huruf C, Pasal 14 ayat (1) huruf A dan B.
  • Pasal 15 huruf C, E, dan G Undang-undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak.
  • Juncto Pasal 27 Ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman hukuman yang dikenakan kepada pelaku adalah maksimal 12 tahun penjara.

Dampak dan Himbauan

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan merusak citra institusi kepolisian. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kejahatan, termasuk anggota kepolisian yang terlibat.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk:

  • Waspada terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak.
  • Melaporkan segala bentuk tindak kejahatan kepada pihak berwajib.
  • Mengawasi penggunaan media sosial dan internet oleh anak-anak.

Informasi Tambahan:

  • AKBP Fajar merekam dan menyebarkan film porno yang melibatkan anak di bawah umur.
  • Penyelidikan berawal dari laporan Kepolisian Australia.
  • Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti.
  • Seorang mahasiswi juga di tetapkan sebagai tersangka.
  • AKBP Fajar terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Dengan adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tega Seorang Ibu Pukul Anaknya Sebab Ketinggalan Kereta !

Insiden yang menyayat hati berlaku di Stasiun Kereta Api Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, apabila seorang ibu dilihat memukul anaknya di khalayak ramai kerana ketinggalan kereta api. Tindakan ibu tersebut mencetuskan kemarahan dan kebimbangan dalam kalangan netizen selepas rakaman video kejadian itu tular di media sosial.

Kronologi Kejadian:

  • Kejadian berlaku di Stesen Kereta Api Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.
  • Seorang ibu dilihat memukul anaknya kerana ketinggalan kereta api yang dijadualkan menuju ke Bandung, Jawa Barat.
  • Rakaman video kejadian itu tular di media sosial, mencetuskan kemarahan dan kebimbangan netizen.
  • Dalam video tersebut, anak kecil itu kelihatan ketakutan dan menangis akibat dipukul dan dimarahi ibunya.
  • Beberapa orang awam cuba campur tangan, tetapi ibu tersebut tidak mengendahkan teguran mereka.
  • Kemudian ada seorang ibu-ibu yang menenangkan anak kecil tersebut, dan memberinya minum.

Reaksi Netizen:

  • Netizen meluahkan rasa sedih dan marah terhadap tindakan ibu tersebut.
  • Ramai yang bimbang tentang kesan trauma yang mungkin dialami oleh kanak-kanak itu.
  • Ada juga yang mempersoalkan kewajaran tindakan ibu tersebut, walaupun dalam keadaan tertekan.
  • Ramai yang berharap agar si ibu dapat mengubah sikapnya.

Pandangan Psikologi:

  • Tindakan keganasan terhadap kanak-kanak, walaupun dalam keadaan tertekan, boleh meninggalkan kesan trauma yang mendalam.
  • Kanak-kanak yang mengalami keganasan fizikal dan emosi berisiko mengalami masalah kesihatan mental, seperti kebimbangan, kemurungan, dan masalah tingkah laku.
  • Ibu bapa perlu mencari cara yang lebih positif dan konstruktif untuk menangani tekanan dan kekecewaan.

Tindakan dan Kesedaran:

  • Kejadian ini menekankan pentingnya kesedaran tentang keganasan terhadap kanak-kanak.
  • Masyarakat perlu lebih peka dan berani melaporkan kejadian keganasan terhadap kanak-kanak kepada pihak berkuasa.
  • Ibu bapa perlu mendapatkan sokongan dan bimbingan jika mereka mengalami kesukaran dalam mengawal emosi dan mendidik anak-anak.
  • Pihak berwajib sudah mengambil tindakan, dan menasihati ibu tersebut.

Kesimpulan:

Insiden ini adalah peringatan yang menyedihkan tentang akibat keganasan terhadap kanak-kanak. Ibu bapa perlu mengutamakan kebajikan dan keselamatan anak-anak mereka, dan mencari cara yang lebih positif untuk mendidik dan membesarkan mereka.

Duka Menyelimuti Warga NTT Usai Kepergian Uskup Ternama

Nusa Tenggara Timur (NTT) berduka. Uskup Emeritus Atambua, Mgr Anton Pain Ratu SVD, telah berpulang ke pangkuan Tuhan pada Sabtu, 6 Januari 2024. Kabar duka ini menyelimuti hati seluruh duka warga NTT, khususnya umat Katolik di Keuskupan Atambua.

Mgr Anton Pain Ratu SVD meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Beliau menghembuskan napas terakhir pada usia 95 tahun.

Sosok Uskup yang Dicintai

Mgr Anton Pain Ratu SVD dikenal sebagai sosok uskup yang sederhana, ramah, dan dekat dengan umatnya. Beliau telah mengabdikan diri selama puluhan tahun untuk melayani umat Katolik di Keuskupan Atambua.

Selama masa kepemimpinannya, Mgr Anton Pain Ratu SVD telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Gereja Katolik di NTT. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap masalah-masalah sosial dan kemanusiaan.

Ucapan Belasungkawa dan Penghormatan Terakhir

Kabar duka kepergian Mgr Anton Pain Ratu SVD disambut dengan ucapan belasungkawa dari berbagai pihak. Para tokoh agama, pejabat pemerintah, dan masyarakat NTT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian beliau.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah Mgr Anton Pain Ratu SVD disemayamkan di Gereja Katedral Atambua. Ribuan umat Katolik dari berbagai daerah datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada uskup yang mereka cintai.

Kenangan dan Warisan

Mgr Anton Pain Ratu SVD akan selalu dikenang sebagai sosok uskup yang penuh kasih dan pengabdian. Warisan beliau akan terus hidup dalam hati umat Katolik di NTT.

Kepergian Mgr Anton Pain Ratu SVD meninggalkan duka warga yang mendalam bagi masyarakat NTT. Namun, kenangan dan warisan beliau akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Profil Singkat Mgr Anton Pain Ratu SVD

  • Nama Lengkap: Anton Pain Ratu SVD
  • Tempat, Tanggal Lahir: Lamawolo, Flores Timur, 2 Januari 1929
  • Tanggal Meninggal: 6 Januari 2024
  • Jabatan Terakhir: Uskup Emeritus Atambua

Mgr Anton Pain Ratu SVD adalah sosok uskup yang patut diteladani. Beliau telah memberikan contoh teladan tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang melayani dengan sepenuh hati. Semoga arwah beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan.